Meraikan Maulid Nabi

Maulid memang bukanlah sesuatu hal yang tidak luar biasa, toh kita juga punya even maulid sendiri-sendiri (hari lahir/red). Namun bukan hal itu yangbiasa dipergunjingkan oleh beberapa kalangan, seperti saja dari beberapa ulama ada yang melarang perayaan maulid nabi kita. Tak ayal tentu ada yang mendukung karena hal tersebut adalah even kemunculan manusia hebat yang pernah ada di muka bumi, Muhammad saw.

Bagaimana tidak luar biasa, sebuah peristiwa besarpun membarengi kelahirannya. Dikisahkan adanya tentara berkendarakan gajah di bawah kuasa Raja Abrohah hendak menyerbu ka’bah. Namun itu semua luluh oleh kuasa Alloh swt, atas perintah Alloh lah rombongan burung ababil melemparkan batu-batu panas dari neraka. Inilah bukti kebesaran Illahi, tempat yang disucikan sebagai kiblat bagi umat Islam yang telah dibangun Oleh Ibrahim as begitu sangat di jaga oleh pemiliknya. Lazimnya, kita menyebut bahwa itulah rumah Alloh swt.

Khususnya di negeri kita Indonesia, Maulid Nabi saw, dijadikan sebuah even yang terhormat, dan layak diperingati tiap tanggal jatuhnya. Bukan maksud untuk mendukung salah satu pihak yang berselisih, melarang sebagai bid’ah atau memperbolehkan perayaan. Namun faktanya, bahwa Indonesia adalah mayoritas muslim, sedang terkait al-islam pengetahuannya tidak begitu sempurna. Apalagi di jaman globalisasi ini, makin terkikis aqidahnya.

Ada baiknya bila kita ambil sisi positif dari perayaan yang sudah sering dilaksanakan, paling tidak generasi muda kita diingatkan akan sosok panutan kita, bukankah di setiap ceramah maulid, kebanyakan bercerita tentang kelahiran nabi dan peristiwa besar yang berbarengan dengan hal tersebut. Apa hikmah dibalik peristiwa itu, paling sedikit akan tergugah hati para pendengar ceramah, bahwa kekuasaan Alloh itu tiada tara.

Terlepas dari tuntutan perayaan layaknya perayaan hari ulang tahun ‘ala barat’ tentu sebagai muslim akan lebih baik menjauhi hal semacam itu. Okey.. sobat, silakan maknai maulid nabi, bukan sebagai even rutin yang tiap tahun dirayakan. Tapi mulailah untuk berkaca secara cermat dari peristiwa maulid tersebut. wallohu a’lam bi showwab.

Satu Tanggapan ke “Meraikan Maulid Nabi”

  1. buletin fresh ukki unsoed Berkata:

    yUpp… ga anti muludan…

Tinggalkan Balasan