Tanda kebesaran Alloh salah satunya adalah menghendaki adanya peristiwa Isra’ Mi’raj. Memang kalau kita melihat bukanlah hal yang biasa, tapi teramat luar biasa. Dikisahkan bahwa Nabi saw menempuh sebuah perjalanan dari Makkah ke Palestina hanya dalam semalam saja. Padahal kalau jaman dahulu, orang berkendara onta mampu menghabiskan kurang lebih 40 hari perjalanan. Bagaimanapun Nabi tetaplah manusia biasa, tak ada kesaktian atau apapun kecuali kuasa Alloh swt.
Nah… sobat fresh semua, kita nggak bakal ngebahas tentang pengertian tentang Isra’ dan Mi’raj atau menceritakan kejadiannya bagaimana, InsyaAlloh udah banyak yang tahu. Bagi yang sudah lupa, boleh bertanya kepada anak SD kayaknya mereka semua banyak yang hafal (Ayo jangan mau kalah!!).
Ketika peristiwa tersebut usai (dalam artian Nabi udah balik ke Makkah lagi) disini yang berbicara adalah keimanan. Dimana ummat muslim ketika itu diuji “percaya atau nggak kalau Nabi baru saja melakukan perjalanan dari Makkah ke Palestina kemudian Berlanjut ke Sidratul Muntaha (bahasa kerennya Langit ke Tujuh) dan pulangnya bawa oleh-oleh” begitu singkat ceritanya. Kaum muslimin kala itu banyak juga yang ingkar lho… mereka kurang percaya akan kuasa Alloh Yang Maha Kuasa.
Sobat Fresh… anda percaya nggak dengan hal tersebut?? Kudu dan mesti percaya, kalau nggak entar dipertanyakan keimanannya… hehe!! Peristiwa tersebut bila dinalar tentu akan menginspirasikan manusia akan pesawat terbang. Dalam beberapa jam kita bisa nyampe kemana kita mau, mau ke Palestina bisa! (tapi ati2 mbokkan kena rudalnya Israel La’natulloh) Tapi kalau mau ke Langit Tujuh… waaah berat banget tuch… sebab manusia belum mampu dari segala hal.
Balik ke masalah heboh tadi bahwa banyak yang akhirnya ingkar, bahkan menganggap Nabi itu sudah gila atau hanya sekedar mimpi. Namun Abu Bakar menjadi orang pertama yang menjawab ujian keimanan tersebut, bahkan bertanya tentang oleh-oleh apa yang didapat Nabi. Tidak lain adalah Perintah melaksanakan sholat lima waktu. Yang konon sejarahnya ada 50 waktu, tapi berkat pertimbangan Nabi akan kemampuan ummatnya akhirnya dipermudah menjadi 5 kali saja dalam sehari.
Satu hal, ternyata wahyu tentang perintah melakukan sholat disampaikan langsung oleh Alloh tanpa ada perantara, coz biasanya Malaikat jibril berwenang sebagai perantaranya. Tapi kali ini bener-bener langsung, bahkan Nabi diundang menuju Arsy-nya Alloh. Mengingat sholat itu adalah perintah langsung, kita (Fresh crew) mau ngingetin “udah lengkap belum sholat kita? Nggak ada yang bolong kan?? Kalo nggak bolong… udah tepat waktu belum… atau justru males-malesan… yang penting udah sholat lima kali gitu?? Astaghfirulloh jangan gitu donk… katanya rindu syurga! Nabi saw saja yang udah dijamin masuk syurga sholatnya selalu tepat waktu… terus bagaimana dengan kita yang nggak ada jaminan mau neraka apa syurga ntar di akhirat!!
Kalo dihitung-hitung dari 24 jam waktu yang kita punya… ternyata Alloh hanya minta waktu barang sejenak selama lima kali dalam sehari. Ditengah kepenatan aktivitas sehari, sholat menjadi waktu yang baik untuk menyegarkan kembali kondisi fisik dan pikiran kita. Telah dibuktikan pula bahwa gerakan-gerakan dalam sholat itu ternyata menyehatkan, jadi bila ada orang Islam yang males banget olah raga, paling nggak ia sudah sering menggerakkan badan ketika bersholat. So jarang banget orang yang rajin sholat terlihat muram nggak bergairah.
Sholat pula melatih kita untuk berdisiplin, jelas sekali karena waktu sholat sudah terjadwal ritmenya. Jam sekian dialokasikan untuk melakukan sholat yang sekaligus pula menjadi istirahat kita. Dan juga saatnya bagi kita berduaan dengan yang sangat kita cinta. Saat itu pulalah kita senantiasa berdo’a, memohon agar semua aktivitas yang kita jalankan sukses dan lancer, atau hal baik lainnya.
Alloh telah melimpahkan berbagai nikmat kepada kita semua, sepatutnya sebagai hamba kita bersyukur melalui setiam derap, gerak dan denting dalam sholat kita. Maka dari itu mari bersama-sama kita semua yang rajin sholat yach!! Dan kalo bisa dan lebih bagus lagi sholat berjama’ah di Masjid, terutama buat para cowo’ kalo cewe’ mah… lebih bagusnya sholat di rumahnya, begitu!!
Wallohu a’lam