Alhamdulillah kita telah memasuki bulan rajab, bukan maskud apa-apa coz semua bulan adalah mulia, nggak ada bulan sial atau bulan jelek. Rajab, kalau dulu sewaktu kita masih duduk di bangku SD paling seneng dengan bulan ini. Ada apa sich… tentu saja khan biasanya ada acara rajaban alias peringatan Isra’ Mi’raj di sekolah. Dateng sekolah bawa bekal nasi kotak pake busana muslim… terus nggak ada pelajaran paling-paling ada ceramah dari guru agama Islam tentang Isra’ Mi’raj. Aahh… itukan hanya kenangan masa kecil!! Kalo diingat-ingat memang menyenangkan. Tapi tentu nggak sebatas itu, rajab menjadi sebuah pijakan bagi kita untuk bersiap menyambut datangnya bulan suci ramadhan. Bagi kita yang mungkin kurang terbiasa berpuasa, biar nggak kaget nanti saat ramadhan, yok dari sekarang mulai dilatih. Persiapan dua bulan menjelang ramadhan insyaAlloh cukup
Rosululloh s.a.w. mengajak umat Islam agar memperbanyak puasa, menghidupkan malam Rajab dengan beribadah, sholat dan sebagainya. Ganjaran bagi mereka yg berbuat demikian amatlah besar. Kemuliaan bulan Rajab dijelaskan dalam hadist berikut di mana Rosululloh s.a.w. bersabda. Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita: “Ketika kami berjalan bersama-sama Nabi saw melalui sebuah kubur, lalu Nabi berhenti dan Nabi menangis dengan amat sedih, kemudian Nabi berdoa kepada Alloh swt. Lalu saya bertanya kepada Rosululloh saw : “Ya Rosululloh saw, mengapakah anda menangis?” Lalu Rosululloh saw bersabda: “Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kubur mereka, dan saya berdoa kepada Alloh, lalu Alloh meringankan siksa ke atas mereka.” Sabda Rosululloh saw lagi: “Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau berpuasa satu hari saja dalam bulan Rajab, dan mereka tidak tidur semalam saja di bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa dalam kubur.” Tsauban bertanya: “Ya Rosululloh saw, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah boleh mengelakkan dari siksa kubur?”Sabda Rosululloh saw : “Wahai Tsauban, demi Alloh Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan sholat malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat karena Alloh, kecuali Alloh mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan sholat malam satu tahun.” Sabda Rosululloh saw : “Sesungguhnya Rajab adalah bulan Alloh, Sya’ban adalah bulan aku (Rosululloh saw) dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku.” “Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi, keluarga nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya’ban dan bulan Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka kenyang serta tidak ada rasa lapar dan haus bagi mereka.”
Berikutnya adalah bulan Sya’ban. Telah diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah s.a.w. telah bersabda : “Sya’ban adalah bulanku, Rajab adalah bulan Alloh, Ramadhan adalah bulan umatku dan Sya’ban adalah ditukar kejahatan dengan kebaikan dan Ramadhan adalah pembersih dari segala dosa”. “Adakah kamu semua tahu dinamakan Sya’ban?” Para sahabat menjawab, ” Alloh dan Rosul-Nya lebih mengetahui”. Rosul bersabda, “Kerana dalam bulan itu kebaikan berkembang dengan banyak sekali”.
Kita tahu bahwa bulan Sya’ban adalah bulannya Rosul maka perbanyaklah berselawat kepada Rosululloh saw di bulan yang penuh keberkahan dan kemuliaan disisi Alloh SWT.
Yang terpenting bukan hanya menguraikan keutamaan satu persatu pada bulan tersebut, tapi lebih penting lagi adalah sudah sejauh mana kita mengamalkan dan mengambil peluang yang Alloh tawarkan ini. Ibarat kita sedang berada dipasar dan melihat tawaran istimewa atau jualan murah maka kita langsung berduyun – duyun untuk mendapatkan tawaran tersebut.