FPI vs AKKBB

Belum lama ini telah kita baca, dengar dan saksikan melalui med<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Belum lama ini telah kita baca, dengar dan saksikan melalui media massa, sebuah insiden yang cukup menggemparkan di negeri kita ini. Gebrakan dari salah satu organisasi masa Islam yang memang sudah biasa dan memang terkenal dengan gebrakan kerasnya terhadap sesuatu yang jauh dari nilai-nilai dan syari’ah Islam.

Sebagaimana kita kenal dengan ormas yang satu ini, memang sangat keras terhadap kemaksiatan. Mungkin kalau melihat track record-nya , tentu sudah biasa dijadikan album kenangan aksi. Bagaimana setiap tahunnya di ramadhan, FPI senantiasa menyatroni dan membubarkan tempat-tempat sekaligus kemaksiatannya.

Namun pada minggu 1 juni kemarin, justeru terlihat bukan lagi aksi heroik namun malah seperti aksi kerusuhan saja. FPI menyerang AKKBB, begitu berita yang tersiar. Banyak yang menyesalkan aksi tersebut, terlebih ketika berita media malah seperti menjadi kompor. Banyak kalangan terutama dari ummat Islam sendiri yang jadi teramat sangat benci terhadap ormas tersebut. Bahkan mengecam dan lebih sepakat agar FPI segera dibubarkan.

Kita sadari memang aksi yang dilakukan oleh ormas ini, jika melihat bahwa kita hidup di Negara Indonesia, adalah salah, karena bermain hakim sendiri. Namun perlu juga dilihat latar belakang mengapa sampai FPI “menyerang” tentu ada alasan yang menguatkan. Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menjadi objek terdzolimi karena diserang.

Perlu diwaspadai juga, sebenarnya apa dibalik kejadian tersebut. Tentunya adalah masalah pengikisan aqidah Islam, dimana AKKBB merupakan suatu kumpulan yang bertajuk liberal. Kita tidak menampik bahwa kebebasan beragama sangat dibolehkan di negeri ini, namun dikatakan bahwa kumpulan ini telah banyak mengakibatkan pendangkalan bagi kalangan ummat Islam yang memang kurang begitu paham akan agamanya sendiri. Untuk lebih lengkapnya coba cek berita di eramuslim.com.

Melihat berbagai upaya kemunkaran yang ada, tentu FPI tak salah beraksi. Selain itu adanya penyesatan oleh Jama’ah Ahmadiyah, juga mendorong munculnya aksi ini. Pada awalnya AKKBB sesuai namanya, mencoba membela Ahmadiyah dari berbagai hujatan yang muncul dari kalangan Islam, terutama FPI yang paling gencar.

Sebagai mana di masa Rosululloh dan juga KhulafaurRosyidin, penyimpangan terhadap Islam, harus diberangus. Harusnya oleh pemerintah secara langsung, sedang di Indonesia pemerintah hanya diam bahkan ketika dari dulu sudah ada fatwa dari MUI pun tak berpengaruh. Bahkan sekarang ada SKB tiga menteri, kayaknya masih nggak mempan dengan label “kebebasan beragama dan berkeyakinan”.

Tinggalkan Balasan